Jumat, 10 Oktober 2014

Heart Vs. Heart

Heart Vs. Heart (c) Subkhan Sarif

My other creation.

Kamis, 09 Oktober 2014

Soft Spirit

Soft Spirit
Spontaneously composed by me also using EveryOne Piano.

Rabu, 08 Oktober 2014

House Of Glory



House Of Glory.
My music, composed by my self using EveryOne Piano.

Suaranya engga terlalu jernih soalnya saya rekam pake sound recorder windows. :D
Laptop saya lagi agak error jadi engga bisa rekam screen pake Camtasia Studio. :(

Ini ada videonya juga yang saya rekam pake kamera telepon cerdas. Haha

Selasa, 07 Oktober 2014

My Other Doodle

Doodling memang hal yang sangat... Okelah ngga usah basa basi...
Langsung aja, ini beberapa doodle saya. Saya dapat ilmu membuat bunga dari ViHart, channel yang khusus ngebahas tentang doodle, doodle, dan doodle.







Haha... Posting yang engga penting.

Rabu, 01 Oktober 2014

Ada Bule Komentar di Video Youtube, Senangnya!

Bagi mereka yang sudah berkecimpung di dunia per-Youtube-an, komentar-komentar di video yang diunggah bisa jadi hal yang biasa-biasa saja. Tampi (eh tapi, males hapus... haha) bagi orang seperti saya yang baru mencicipi punya channel Youtube sendiri (cek channel MyLittleStuffs saya), boro-boro komentar, views yang mencapai lebih dari 50 saja sudah sangat menggembirakan. Itupun kadang-kadang sayanya yang keseringan nonton video hasil unggahan sendiri dengan Incognito Browser sehingga jumlah viewsnya sampai 50 lebih. Kalau dihitung mungkin cuma kurang dari 5 views yang bukan saya yang nonton. Haha :D Atau bahkan 100% cuma saya yang nonton... -_- sediiihnya.

Maka tak heran kalau ada satu komentar saja di video mampu menjadi angin segar ditengah terpuruknya ekonomi negeri ini. Apalagi ditambah korupsi yang meraja lela dan sandiwara politik di kalangan elit yang menambah gerah pikiran, ah sudahlah. #SalahFokus

Baru-baru ini di video saya tentang hasil percobaan membuat kalkulator sederhana menggunakan Arduino, ada komentar dari orang bule. Eh engga tahu juga sih bule atau bukan. Tapi kalau dari namanya, kemungkinan besar bukan orang indonesia. Tapi kan nama bisa asal aja. Ya sudah lupakan nama.
Komentarnya menggunakan bahasa inggris meen, bule banget ngga tuh?!
Iya... Entah kenapa kalau ada orang bule, mesti segalanya kayak menjadi lebih, lebih gimana, lebih waah gitu.
Kayak komentar ini. Rasanya itu seneng soalnya ada orang bule yang nonton video ecek kebrum ngga jelas punya saya, terus ninggalin komentar. Terus sempet berkunjung ke blog yang juga ecek kebrum punya saya lagi.
Contoh lain yang membuktikan kalau sesuatu yang berhubungan dengan orang bule itu menjadi lebih wau adalah sandal swallow. Sudah pada tahukan tentang kisah sandal swallow yang menjadi terkenal beberapa waktu lalu hanya gara-gara dipake salah satu anggota boyben korea. Saya lupa nama band nya soalnya saya bukan penggemar boyben. Tapi JKT48 saya suka. #salahFokusLagi
Berita tentang sandal swallow menyebar seantero jagat. Di kompas, Di detik, Di kapanlagi, Di facebook, di twitter, di eBay, di mana lagi? Banyak.
Cuma gara-gara dipake orang korea seminggu, jadi bulan-bulanan terkenal sampai di eBay harga sepasang sandal karet mencapai 200 ribu rupiah. Dan benar saja, saya cek di eBay harganya sampai 300 ribu lebih. Gila kan?
Ya sudahlah. Kita tidak bisa pungkiri kalau kita masih terlalu tergila-gila dengan hal-hal bule. Seolah-olah kalau ada bule tau tentang kita, rasanya bangga setengah mati. Tidak salah sih. Tapi ya... gimana...
Hehe..
Babai...

Minggu, 28 September 2014

Acuh/Tak Acuh? (Seri: Indo-mu Keliru)

Note{
Hei hei... Ini adalah seri Indo-mu keliru, seri yang bakal membahas (walau engga tuntas) tentang ke-salah kaprah-an dalam berbahasa Indonesia yang sudah biasa dilakukan. Semoga bermanfaat.
}
:D

Kita sering menjumpai penggunaan kata 'acuh' dalam berbagai hal seperti di: Koran.., TV.., majalah.., artikel (selain majalah dan koran).., cerita.., buku-buku.., cerpen-cerpen.., status-status di facebook.., ocehan-ocehan di twitter.., google+.., di puisi-puisi.., di pantun-pantun.., di lirik-lirik lagu.. (juga di lirik lagu demasih).., di slogan-slogan.., di belakang baju oblong.., di poster-poster.., di spanduk pinggir jalan.. (atau spanduk di atas jalan..), di perkataan temen-temen kita.., di ocehan saudara kita.., dan di banyak tempat lainnya...
Sayangnya, kebanyakan dari mereka tidak tepat dalam menggunakan kata 'acuh' tersebut, seperti:
"Kau acuhkan diriku lagi, itu sakiit banget" (?)
"Para orang pinter udah ngga peduli sama rakyat, mereka acuh sama rakyat" (?)
"Saat kau pergi dari sisiku, kau kupanggil-panggil, tapi tetap acuh begitu saja..."
"Jadi orang itu jangan acuh begitu saja.."
dan masih banyak lagi, yang intinya, kalimat itu ingin mengungkapkan bahwa 'acuh' berarti tidak peduli.
"Kau sudah acuh kepadaku..." (mungkin maksudnya: kau sudah tak peduli padaku...)
:D

Jika kita buka Kamus Besar Bahasa Indonesia (saya buka aja kamus online nya), di situ dijelaskan kalau 'acuh' itu berarti 'peduli / mengindahkan'.
Di situ juga diberi contoh cara menggunakannya:
"Ia tidak -- akan larangan orang tuanya." yang maksudnya: "Ia tidak peduli akan larangan orang tuanya." atau "Ia tidak mengindahkan larangan orang tuanya."

Dulu saya juga sering hampir keliru memahami kata acuh ini karena --dan mungkin ini penyebab kebanyakan orang salah kaprah-- feel dari kata 'acuh' itu sendiri terkesan negatif, atau terdengar sebagai kata negatif. Seperti misalkan ketika kita mendengar kata.. apa ya... 'selingkuh'... atau 'pencuri'... atau 'mencibir'... atau apapun itu. Yang jelas seperti ketika kita mendengar sebuah kata yang seketika itu juga pikiran kita tertuju pada sesuatu yang negatif. Mungkin seperti itulah pandangan pikiran kita terhadap kata 'acuh'. Terkesan sebuah kata negatif, padahal sebaliknya, sebuah kata yang sangat positif.

Bayangkan saja, 'acuh' itu berarti peduli atau mengindahkan. Bukankah itu adalah sebuah kata yang sangat positif. Siapapun setuju ketika mendengar kata 'mengindahkan', dia akan langsung berpikir tentang sesuatu yang positif. hehe

Jadi mulai sekarang, kalau mau membuat puisi untuk sang pacar, atau mengkritisi politikus-politikus yang jahanam, atau membuat pantun pernikahan, atau membuat lagu-lagu sedih seperti punyanya demasih, jangan salah lagi yau...
Babai... :D

Minggu, 21 September 2014

Kucing, kucing, kucing! (Puisi)

Perhatian: memuat konten tentang kecintaan kepada kucing!
Tidak layak bagi sebagian orang yang alergi atau benci kucing.
Dedicated for my beloved cat: Momon

Kucing, kucing, kucing!
Aku suka kucing,
aku cinta kucing,
aku terobsesi (pada) kucing.

Kucing, kucing, kucing!
Kenapa kamu begitu lucu?
Kenapa kamu begitu menggemaskan?
Kenapa kamu berbulu-bulu?
Kenapa kamu mukanya lucu?
Kenapa mulutmu selalu unyu?
Kenapa bunyimu menggetarkan bulu kupingku?
Kenapa tidurmu penuh sesenggukan?
Kenapa kamu kamu bisa bikin hepi?
Kenapa jalanmu seperti itu?

Kucing, kucing, kucing!
Hewan mana yang mau menimbun kotorannya selain kamu?
Hewan mana yang lebih bersih selain kamu?
Hewan mana yang lebih lucu dibanding kamu?

Kucing, kucing, kucing!
Aku suka kucing,
I looove kucing,
Ich liebe Kucing!

Kucing, kucong, kucing!
Kenapa kamu suka bermain?
Kenapa kamu sangat menggemaskan?
Kenapa kamu enak dipeluk?
Kenapa bau mu enak?
Kenapa kamu suka dielus?
Kenapa aku suka ngelus kamu?
Kenapa kamu ngetren banget di youtube?
Kenapa semua orang suka liat kamu di video?
Kenapa kamu suka bertingkah aneh?
Ada cameleon jingkrak-jingkrak?
Ada kucing lain jingkrak-jingkrak?
Ada orang lewat jingkrak-jingkrak?
Ada ayam lewat dikejar-kejar?

Kucing, kucing, kucing!
Kenapa kamu suka masuk kemana-mana?
Ada bola kamu masuk?
Ada kardus kecil maksain masuk?
Ada kendi masuk juga?
Ada lemari kebuka masuk?
Ada laci kebuka masuk?
Ada tas kebuka masuk, tidur lagi!

Kucing, kucing, kucing!
Aku suka kucing,
I AM severely loving kucing.

Kucing, kucing, kucing!
Kenapa kamu suka
Jilat,
jilat,
jilat,
jilat,
jilat,
jilat bulu kamu?

Jilat,
jilat lagi,
jilat lagi,
jilat lagi,
jilat lagi bulu kamu?

Jilat jilat aku,
jilat jilat kamu,
jilat jilat kucing lain?

Jilat jilat lagi,
jilat jilat tiada habisnya?

Jilat,
jilat lagi,
jilat jilat lagi,
jilat jilat jilat lagi,
jilat jilat jilat jilat lagi,
jilat jilat jilat jilat jilat lagi,
jilat jilat jilat jilat jilat jilat lagi?
lagi lagi jilat lagi lagi jilat lagi lagi jilat?

Kucing, kucing, kucing!
Kenapa kamu suka lompat-lompat?
Kenapa kamu suka tidur?
Kenapa kamu suka makan?
Kenapa kamu suka ngejar-ngejar barang-barang?

Oh, kucing, kucing, kucing...

***

List of funny cat videos:
link
link
link
link lagi
dan link lagi
link lagi

Jumat, 12 September 2014

Yang Kecil Yang Besar

Salah satu hobi saya yang tidak dapat dipungkiri adalah menonton film. Terutama film kartun dan animasi (tiga dimensi). Selain kedua genre favorit saya itu, saya juga menyukai film ber-genre komedi maupun action asal bukan dari Marvel. Entah kenapa saya sama sekali tidak suka film action dari marvel (seperti spiderman, superman, batman, dan man man yang lain). Meski gambarnya bagus, mengesankan, dibuat dengan teknologi mutakhir, tapi terkesan kekanak-kanakan yang keterlaluan. Berbeda dengan film kartun atau animasi, mereka bukan kekanak-kanakan, tetapi memang film anak. Beda ya, film kekanak-kanakan dengan film anak. Kalau film anak itu, ya, memang untuk anak. Lain dengan film kekanak-kanakan yang untuk orang dewasa tapi ceritanya atau alurnya atau idenya konyol yang sangat tidak masuk akal, dan dibalut dengan nuansa film untuk orang dewasa.

Contohnya Spiderman. Idenya, jelas, film buat anak. Ada manusia super yang tidak tembus peluru, bak baja. Kuat. Jelas Khayalan anak-anak. Tapi dibungkus dengan gaya untuk film dewasa. Ada adegan-adegan 18+ nya, dan sebagainya.
...
Baru baru ini saya menonton sebuah film. Genre sedikit komedi, tapi agak romantis juga. Filmnya bagus. Dari Cina.

Film itu menceritakan perjalanan seorang pemburu siluman yang nanti akhirnya menjadi gurunya Sun Go Kong. Tahu Sun Go Kong kan? Si manusia kera yang usil yang punya lidi bisa memanjang. Kalau masih ingat, dulu itu Sun Go Kong melakukan perjalanan jauh menuju barat (matahari terbenam) bersama manusia babi, manusia banteng, dan seorang biksu yang botak. Nah film ini menceritakan kisah sebelum si biksu menjadi botak.

Ada pelajaran menarik yang dapat diambil dari film ini yaitu terkadang kita tidak menyadari adanya sesuatu yang kecil sehingga kita selalu berangan-angan sesuatu yang lebih besar. Padahal, sesuatu yang kecil itulah yang bernilai besar. Manusia sering menginginkan kebesaran, keagungan, seperti halnya cinta yang agung dan mengabaikan cinta yang kecil. Eh kok jadi ngomongin cinta ya? Ya sudahlah.

Filmnya sangat menarik menurut saya. Saya tidak bisa menjelaskan sesuatu yang menarik itu dengan tulisan. Akan lebih menarik kalau Anda menontonnya sendiri. Judul film nya adalah Journey To The West.

Rabu, 10 September 2014

Doodle Iseng

Waktu luang dapat diisi dengan apa saja. Apapun. Tergantung pribadi masing-masing. Ada yang suka mengisi waktu luang dengan tidur. Ada yang mengisi waktu luang dengan membaca buku, majalah, ataupun komik. Ada yang mengisi waktu luang dengan... belajar. Oh yang ini imba banget lah. Ada juga yang mengisi waktu luang dengan membiarkan waktu luang itu lewat begitu saja.
Kalau saya lebih suka mengisi waktu luang dengan membuat doodle. Yah, gambar apapun. Asal punya pensil atau ballpoint, maka gerakan tangan seperti apapun akan menghasilkan doodle.
Jika ada yang belum tahu apa itu doodle, maka Anda perlu mengunjungi google.com, karena dia selalu bikin doodle. :D
Membuat doodle memang mengasyikkan. Ketika tidak fokus kuliah, agar terlihat mencatat, bikin doodle. Ketika tidak ada kerjaan, ambil kertas dan pensil, bikin doodle. Ketika menunggu sesuatu yang agak lama, atau yang lama sekalipun, bikin doodle selalu menyenangkan. Maka tak heran jika buku catatanku hampir dipenuhi dengan doodle.
Selain mengasah kreatifitas dan imajinasi, membuat doodle juga dapat mengisi waktu luang. #eh
Ini doodle yang saya buat beberapa waktu yang cukup lama, yaitu waktu saya masih TPB: Tahap Paling Bahagia. Memang TPB benar-benar Tahap Paling Bahagia. Ketika sekarang saya sudah menginjak tingkat empat, saya benar-benar merasakan apa yang kakak kelas saya dulu selalu katakan: Tahap Paling Bahagia.
...
Malah jadi ngelantur.
...
Jadi ceritanya dulu itu lagi kebanyakan waktu luang karena masih TPB kan, Tahap Paling Bahagia. Waktu luang sampai membeludak. Jadi dari pada mubazier, ya saya bikin coret-coretan aja.
Gambar saya ambil menggunakan kamera handphone, pada malam hari, dibawah lampu temaram. Jadi gambarnya enggak tajam dan blury. #memang aslinya blur juga sih.




Jadi kepikirannya gaya-gaya klasik dimana para wanita mengenakan dress yang serba gede. Terus pake sarung tangan. Kayak bangsawan gitu. Hehe.

Minggu, 07 September 2014

Lakukan Apapun yang Menjadi Renjana-mu Meskipun Hidupmu Semenjana

Judul di atas mungkin sedikit sulit diartikan atau bahkan membingungkan bagi kita. Mungkin ada juga yang mengira kalau aku menyisipkan kata-kata asing atau apa. Padahal sebenarnya, semua deretan kata dalam judul diatas murni bahasa kita tercinta, Bahasa Indonesia.
Ya, semuanya kata asli Indonesia. Hanya saja kita tidak terbiasa menggunakannya yang membuat kita merasa asing. Padahal jika aku ganti dengan kata asing, kalimat itu justru tidak asing.
Ini nih: "Lakukan Apapun yang Menjadi Passion-Mu Meskipun Hidupmu Biasa-biasa Saja". Sekarang jauh lebih mudah dimengerti kan? Terlepas apakah kalimat itu punya makna atau tidak, akan tetapi, kita lebih mudah mencerna setiap kata dalam kalimat itu.
Hal ini memang miris mengingat kita lebih kenal dan lebih dekat dengan bahasa asing dari pada bahasa asli sendiri yang membuat kita merasa asing dengan bahasa sendiri dan bahasa asing malah tidak terasa asing karena sering kita gunakan. #mbulet-mbulet kalimatnya

Sis: "Bro, pinjem pengokot dong?"
Bro: "Apaan tuh?"
 Hal ini memang wajar karena aku sendiri juga baru tahu barusan (aku posting ini setelah baca sumber ini, hehe). Kata-kata itu memang terdengar lucu, bahkan terdengar seperti bukan sebuah kata.
Berikut ini beberapa kata asli Indonesia yang bisa kita gunakan untuk mengganti kata asing atau kata serapan yang biasa kita gunakan sehari-hari guys:
1. Gawai == Gadget
2. Senandika == Mengobrol dengan diri sendiri
3. Renjana == Passion
4. Pengokot ==  Stapler (atau klip, haha)
5. Suryakanta == Kaca pembesar. Ini dari bahasa jawa, 'Suryo konto'. #cmiiww
6. Utas == Forum/Thread
7. Unduh == Download
8. Unggah == Upload
9. Semenjana == Biasa-biasa aja
10. Ketaksaan == Ambiguity
11. Swakarya == Do It Yourself (DIY)
12. Daring == Online
13. Terungku == penjara
14. Teyan == Fundraising/Danus, hihi
15. Gincu == Lipstick. (Ini juga bahasa jawa)
16. Pelantang Telinga == Headset. :D
17. Marka kejut == Polisi tidur. (Kalo basa jawanya 'Galeng'. Lebih enak diucapin kali ya... Galeng. :D )
18. Sawala == Debat
19. Udah abis.

Ternyata banyak juga kan. Dan ngga ada salahnya kalo kita mulai pake itu bahasa yang udah jelas bahasa kita. Itung-itung melestarikan bahasa kita biar ngga punah.
Lucu juga ya kalo dipake ngoblor. :D
Apa bahasa asli Indo pengganti bahasa asing yang kamu ketahui?

Sumber: ini.
Designed By Seo Blogger Templates - Published By Gooyaabi Templates