Wednesday, April 27, 2016

Feel Better (Song)

There's moment when you're in my heart,
and made me believe there's only one star, and that's you...
There's moment when you went away,
it broke my heart, but I don't know about you.

I want you to:
Feel the way I feel in thousand times before you go,
just to see the struggles I've been putting in to my life for you.
I won't ask for too much from you.
I just need to know that:
you know what I feel about you.
'cuz it makes me feel better. 

I won't do things that you won't do to me,
'Cuz I heart you and me together.
I flipped by you and I hope you flipped by me too,
'cuz it's hard to live without you.

I want you to:
Feel the way I feel in thousand times before you go,
just to see the struggles I've been putting into my life for you.
I won't ask for too much from you.
I just need to know that:
you know what I feel about you.
'cuz it makes me feel better.

-- Subkhan Sarif --
(c) 2016
  

Tuesday, April 19, 2016

Violin Diary #2: Canon In D (Duet Version One Person)


So I've been working on my final project for a while now. Sometimes I got stuck for the idea and didn't know what to do, and it was the time to take a break. So instead of doing nothing and actually take a break, I chose to practice my violin.
This time I was playing Canon In D, duet with my self.

***

Follow me on social media:
instagram: http://instagram.com/subkhansarif
twitter: http://twitter.com/sarifsubkhan
facebook: http://facebook.com/subkhan.sarif

Monday, April 4, 2016

Violin Diary #1: Tanah Airku


This is my first time ever to record me playing the violin. I've been learning to play a violin for about 5-6 months by self-taught. It's pretty hard, but for me it's less hard than to play a guitar. It's not purrfect, in fact there are a lot of mistakes here and there, but I never give up, and I'll never give in.
The song I play is called Tanah Airku which is one of Indonesian national song. It's beautiful if it's being played nicely. If you find that it's not beautiful enough, perhaps it's me that can't play it properly yet, for that I say sorry.
hihihi...

Saturday, March 5, 2016

Closest Friend (Song)

I saw you were my closest friend
But you said, "I've been alone."
I remember when we were looking at the sky
And I saw we'd be together
we ride a bike but ends up we're lost
Got pictures of us flawless

We took a shooting star
And we prayed a lot hopes
For someday we would get there
Yeah, yeah.

We bought ice cream for 5 cents
We rented books for week end
We took a bus everyday
We loved it
We exchanged letters of us
Got perfumed papers inside
But then we don't know ourself
We broke it down

Then you zip your mouth
When we hear the night
We're like two buzzing bees
yeah, yeah.

-- Subkhan Sarif --
(c) 2016

Oh My God! (Song)

You try to follow the way they say it's written for you
No matter how hard, and you say "Oh My God!"
And I always will be with you

When you feel so scared to death, exhausted, and you're alone
You cheer up yourself to lights up your head
But you keep your heart away

I hope you see me

"Oh My God!"
You can't say a word even when your head explodes
It's all gone
Digging up huge hole inside your heart
Everybody say that everything's gonna be fine
You don't think so.

Everything was bright, the sun shined so light
You had no mistakes, sins, nor worries
You're so desperate looking back inside yourself
Pitch black now all you see

Remember the goods, the bads won't leave you any stiches
when you look at me, I look back to you
You started crying let it free

Well, now you see me

"Oh My God!"
You start to feel lights beam touch into your heart
Can you smile?
Can you start to feel there's hope inside?
You start to see the beauty of the butterfly that flies in front of you

You're catching the rope, trying to get hope
Getting out, walking to the light
Don't you feel afraid anymore, I'll be with you

-- Subkhan Sarif --
(c) 2016

Sunday, January 24, 2016

Canon In D by Pachelbel (Tracks Made by Me)



Canon in D by Pachelbel, tracks made by me using LMMS.
Instruments used: Cello and three violins.

Wednesday, January 20, 2016

Tuesday, November 10, 2015

EXCLUSIVE: 'Finding Dory' Trailer Finally Here





I'm Sooo excited to write this blog...

As turns out, after I've been waiting for sooo loong time, this finally happens.

Finding Dory, she's coming... Next June.

This is the most anticipated movie next year to be waiting for.

Ohhh..... Gasp the air, breath,,,,

Haha.

Friday, September 18, 2015

Why I Switched to Ubuntu

Bagian terbesar di komputerku adalah Ubuntu. Kenapa? Ya, karena aku suka sama Ubuntu, sama tampilannya, khususnya Ubuntu Gnome -- No offense to Unity lovers though. Ubuntu jadi satu-satunya OS yang beruntung buat nongkrong di komputerku, bukan di Jendela, bukan pula pake Apel (what?).
Itu semua berawal dari zaman dulu kala....

...

(musik --kayak drililing drilling ling driling-- saat memasukki flashback story)

...

Aku seorang muda, pekuliah di Institut Teknologi Bandung. Hidup sendiri, alone, di kosan. Tak ada orang tua, tak ada keluarga, jauh dari sanak saudara. Susah-susah hidup harus dihirup sendiri. Tak ada yang bisa diajak berbagai. Senang-senang hidup juga dimakan sendiri. Nggak ada yang bisa diajak tertawa.
Zaman itu Android adalah sesuatu yang sedang marak-maraknya. Android sedang meroket, terkenal di sana-sini. Semua orang, uhm hampir semua orang, tahu apa itu Android. Hal ini mendapatkan perhatianku, aku jadi pengin belajar bikin aplikasi Android....

(huh, ceritanya masih panjang....)

Waktu itu aku masih bangga buka Jendela di laptopku, karena zaman itu lagi ngetren-ngetrennya 8 dan 8.1 buah Jendela di layar komputer. Jadi ngga mau ketinggalan dong, aku juga pasang 8 daun Jendela di laptopku.
Singkat cerita, biar ngga kepanjangan, pegel nulis, aku belajar deh gimana cara bikin aplikasi Android, di Jendela. Waktu itu masih pake Gerhana buat bikin Aplikasi Android. Apesnya, Gerhana waktu itu berat banget, dan sampe sekarang juga masih berat banget kalau dilihat lewat Jendela. Saking beratnya, sampe-sampe daun Jendela ngga mau kebuka lamaaaaa banget, atau ngga mau nutup lamaaaaa banget. Jadi bikin makan ati.
Alhamdulillah,,,, tak lama sedari itu, muncul Android Studio yang dibesut oleh Google, yaitu aplikasi khusus buat bikin aplikasi khusus Android. #bingung? Pelan-pelan bacanya.
Alhamdulillah,,, Android Studio lumayan lebih ringan dibanding liat Gerhana. Senengnya.
Tapi bencana datang lagi. Semakin pake Android Studio, semakin berat pula tuh aplikasi. Sampe memori yang kepake bergiga-giga. Hal ini juga bikin makan ati, karena beraaat banget.

(Ini klimaksnya...)

Sampe suatu malam, habis isya. Aku duduk di kasur lantai, (well, bukan kasur lantai, tapi kasur yang ada di lantai, you know what I mean) melanjutkan bikin aplikasi pake Android Studio. Saat itu hati udah hampir habis kemakan tiap buka Android Studio. Jendela jadi bebel ngga ngerespon. Soalnya gini...
Aku buka Android Studio aja kira-kira 10-20 menit. Buat buka aja bung.
Lalu, aku ketik sesuatu, satu huruf....
JEJEENGGGG....
Macet total kayak di Jakarta.
Android Studio ngga ngerespon. Jendela ngga ada angin masuk ataupun keluar.

(Tahan nafas sambil lihatin kursor ngga kedip, aku juga ngga kedip matanya)

JEEEEEENGGGG.....
Kursor berkedip kembali, artinya Android Studio hidup kembali.


Lalu aku ketik lagi satu karakter.

Huppppp....

Tahan nafas lagi.......
Karena kursor ngga kedip lagi, Android Studio tidur lagi....
Angin di Jendela juga macet lagi....

ARRRGHGHGHG...

(Ini beneran loh, skenarionya kayak gini. Nggak mengada-ngada).

SUDAH CUKUP!
Hatiku sudah habis kau makan terus Android Studio! Cukup! Cukup! Cukuuup!!!!
"Dug! dug! dug!", aku pukul-pukul dadaku yang sesak bukan main, lalu kututup Jendela!

...

Aku tarik nafas perlahaaan, buang
tarik nafas perlahaan, buang...
berkali-kali untuk membuat hati baru...
...

Fyuh, klimaksnya selesai... Ahahaha

(Anti klimaks cuy...)

Lalu seketika, muncul ide berlian dari langlang buana pojok pikiranku terdalam.
"Gimana kalo pake Ubuntu? Ubuntu dari Linux, linux itu ringan. Sementara Android studio itu buat bikin Android, yang Android itu based-on linux. Bakalan ringan juga kan? (harusnya! mungkin!)", pikirku.
Tanpa pikir panjang, aku kemas-kemas barang-barang. Laptop, charger dan sebagainya kumasukkan ke ransel. Lalu cap cus pergi ke kampus, buat download Ubuntu.
Asal tahu aja, Internet di kampus itu cepet bingits. Mungkin kalo bayar ke provider di Indonesia, sampe 1.5 jutaan per bulan. Entahlah, tapi untungnya gratis-tis-tis, (eh bayar 25 rb / bulan).
Alhasil, download ISO ubuntu yang cuma 800 - 1GB memakan waktu hanya kurang lebih 30 menit.
Udah itu langsung ku install. Dual boot.
Aku belum berani buat membuang Jendela mentah-mentah sekaligus karena aku masih Jendela Mania. Anak yang ngga bisa hidup tanpa Jendela. Selain itu, Jendela ku itu ber-lisensi cuuy.... Mahal belinya... masak dibuang begitu sajah! Kan sayang!
Jadi kupilih Dual Boot.

Proses installasi memakan waktu berhari-hari karena aku harus nyari tahu gimana install Ubuntu dual boot. Ini proses harus ekstra hati-hati. Meskipun aku udah pernah install Ubuntu sebelumnya, tapi kalau salah langkah bisa hilang semua data. Tahu kan rasanya kehilangan data di komputer, rasanya tuh kayak kehilangan anak semata wayang yang sudah dibesarkan sepuluh tahun, lagi lucu-lucunya kan anak tuh, terus ilang. Kayak apa yah rasanya? Belum pernah kehilangan anak. dan belum pernah punya anak. Ahahahahaha. Kehilangan anak, jangan deh, naudzubillah.
...
Alhamdulillah proses installasi berhasil. Aku langsung deh install Android Studio di Ubuntu.
Dan ternyata Emang BENER! Jalanin Ubuntu di Android Studio ringggaaan bingiiiits. Seringan-ringannya tepung masih ringan Jalanin Ubuntu Studio di Android... #Apa sih?
Alhamdulillah.... Rasanya tuh seneeeng banget...... Hati lega dan penuh kembali setelah dicincang-cincang berminggu-minggu.
Rasanya kayak anak yang hilang sepuluh tahun ditemukan kembali... Seneng banget.
Kayak apa yah rasanya anaknya kembali? Ahaahaa

(Penutupan... yey hampir selesai ceritanya...)

Mulai saat itu aku mulai lebih sering pake Ubuntu daripada lihat di Jendela. Data-data mulai kupindahkan ke Ubuntu, meskipun yang di Jendela masih bisa dibuka di Ubuntu, tapi karena aku lebih sering buka Ubuntu ya buat apa. Aku juga membiasakan diri mengerjakan tugas-tugas di Ubuntu. Menggunakan software ubuntu, software gratis yang luar biasa. Meski sangat suka sama fitur-fitur Words nya Jendela, aku berusaha melupakan kenangan indah bersama Word, aku juga berusaha melupakan kenangan indah bersama Excel di Jendela dan membiasakan pake Calc nya Libre Office. Mereka yang dari Ubuntu tidak sempurna, dan mungkin tidaklah memberikan pengalaman sebaik pake Word dan Excel atau produk di Jendela lain. Tapi mereka cukup untuk membuat dokumen tugas-tugas. Jadi, nggak masalah.

Lalu sampai suatu ketika, setelah aku benar-benar terbiasa pake Ubuntu, aku tetapkan dengan hati bulat...
Meninggalkan semua Jendela.
This is a very big decission!

Karena aku udah terbiasa pake Ubuntu, meninggalkan Jendela yang sudah nongkrong bertahun-tahun di laptopku ternyata tidak semenderita yang kubayangkan.
Aku tetap bisa menjalankan rutinitas tugas seperti biasanya. Tugas kelar melar dan benar.
Dan yang terpenting, Hatiku tak hancur lebur dimakan undur-undur! #ahaha apa sih
Ya, sejak saat itu, intensitas hatiku termakan kesabaran jauh berkurang. Kuantitas hatiku yang termakan kesabaran juga jauuuh berkurang.

"Sejak saat itu, saya merasa hidup saya berubah menjadi jauh lebih sehat dan jauh lebih baik. Saya bahagia sekali".
(Bayangin kayak orang yang di iklan produk olah raga di tv two) Ahahaha

-THE END-
nonono
-TO BE CONTINUED-




Hah! cerita yang panjang dan melelahkan.
Yah, begitulah cerita kenapa aku pindah ke Ubuntu setelah sekian lama ber-Jendela riya.
And I'm happy with it.
Satu hal yang belum aku ungkapkan kenapa aku lebih seneng Ubuntu Gnome ketimbang lainnya, yaitu interface Gnome menurutku lebih cantik dari pada interface Unity dan lainnya.
That's it. Ahahaha.

Bye...

Tuesday, September 15, 2015

Antergos - Friendly Linux Distro Based-On Arch Linux





For you who is still hungry to try something new OS, here I think Antegros will take your interest.

Monday, September 14, 2015

My Favorite Youtubers Ever

Siapa youtuber favorite kamu?
Oke...
Oke aku juga suka itu...
Oke, itu aku juga suka...
oke,...
oke...
oke, siapa dia?
oke, aku belum pernah denger dia...
...
Kebanyakan youtuber favoritku adalah youtuber dari luar negeri, ada juga yang dari dalam negeri, cuma tidak sebanyak yang kusuka dari youtuber luar. Soalnya HAMPIR tidak ada youtuber dalam negeri yang berkualitas. Hampir, aku bilang, HAMPIR..., yang artinya, ada juga youtuber dalam negeri yang kontennya bagus dan videonya berkualitas, atau kontennya bagus tapi videonya tidak berkualitas, atau kontennya tidak bagus cuma videonya berkualitas. Macem-macem.
Langsung saja, berikut youtuber-youtuber favoritku.

#1. The Finebros
The finebros atau The Fine Brothers adalah youtuber favoritku terfavorit. Jika ada youtuber yang kusuka, maka tidak melebihi kesukaanku pada youtuber yang satu ini. Kenapa? Karena mereka memiliki konten yang unik, berbeda dari yang lain. Salah satu tayangan yang paling kusukai dari channel ini adalah tayangan yang namanya React. Ada Kids React, ada Teens React, ada Adults React, Youtubers React, serta ada Elders React. Acara React ini tidak ada di channel Youtube lain (Kecuali di channel React yang merupakan juga channel punyanya Finebros).
React menampilkan reaksi sekelompok anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua terhadap apapun. Bisa reaksi terhadap teknologi baru atau teknologi lama, reaksi terhadap video-video popular di Youtube, reaksi terhadap musik video popular dan aneh, dan reaksi-reaksi lainnya. React yang paling kusuka adalah Kids Reacts, soalnya reaksi mereka (anak-anak) lucu-lucu dan menggemaskan.
Acara React tersebut sangat popular. Sangat popular bahkan beberapa waktu lalu Rafi dan Benny (Pemilik channel youtube The Finebros) melakukan kolaborasi dengan youtuber di Jepang untuk ikut mengisi acara Youtubers React.
Kini Finebros memiliki channel lain namanya React Channel yang khusus menampung acara React dan React Bonus. Di React Channel ini ada juga yang namanya Kids vs. Foods yang menampilkan reaksi anak-anak terhadap makanan-makanan aneh-aneh.
Saking tenarnya The Finebros membuat stasiun televisi di sana (US) sempat beberapa kali menjadikan Benny dan Rafi menjadi pembawa acara di suatu acara mereka. #ngomong apa sih? tapi beneran. Sekarang Benny dan Rafi menjadi pembawa acara di televisi.

#2. Devin Super Tramp
Yang kedua adalah Devin Super Tramp. Berbeda dengan Finebros, devin menyuguhkan video-video berkualitas tinggi tentang expeditions, parkour dengan berbagai tema maupun adventures yang seru-seru. Videonya lebih ke film petualangan seperti buggy jumping, selancar, maupun video tentang suatu tempat.
Yang sangat kusuka dari Channel ini adalah kualitas videonya yang sangat mak nyus dengan style film yang profesional. Yang jelas menonton video dari Devin sangat eye pleasure.

#3. Smarter Everyday
Ada Destin, seorang pria full time job sebagai analis Rocket (Roket yang dibawa ke luar angkasa). Dia ini sangat cerdas. Memiliki rasa ingin tahu (curiousity) yang sangat besar. Jika kamu menonton video darinya, it's impossible if you'll get nothing new. Ya, kita bakal mendapatkan sesuatu yang baru, atau sesuatu yang "waw". Seperti misalnya aku baru tahu kalau ada kupu-kupu yang memakan bangkai binatang, yang sebenarnya tidak benar-benar "memakan" bangkainya, melainkan mereka mengambil garam dari bangkai tersebut.
Atau misalnya, bener ngga sih jika kita flush toilet di belahan bumi utara, aliran air bakal berlawanan dengan jika kita flush toilet di belahan bumi selatan?
Atau yang banyak lagi lainnya. Destin membawa sesuatu yang sebenarnya sederhanya (seperti kenapa kucing bisa jatuh di tanah dengan posisi kaki di bawah) yang mungkin tidak terpikirkan oleh kita, sesuatu yang sepele, yang jika kita lihat lebih dekat, hal sepele itu sebenarnya adalah hal yang luar biasa menakjubkan.
Think differently. -Destin

#4. Blender Guru
Jika kamu suka dunia modelling 3D, atau animasi, terutama menggunakan Blender 3D, kamu bakal suka channel ini. Isinya seputar tutorial menggunakan software modelling Blender 3D. Ada banyak sekali macam tutorial, mulai dari cara membuat teksture material, cara membuat rambut, cara membuat fog atau kabut, cara membuat laut, dan sebagainya dan sebagainya. Alurnya juga jelas dan gampang diikuti. Yang paling kusuka adalah aksen Australia pada bahasa inggrisnya. Ahahaha

#5. DIY Perks
Dapat dilihat dari namanya, channel ini menyuguhkan video DIY-DIY tentang berbagai macam hal. Mulai dari cara membuat lampu jamur yang indah, sampai merakit PC paling ngga bising. Juga cara memperbaiki hard disk yang rusak agar berfungsi kembali. Ada banyak lagi DIY-DIY yang menarik.
Hanya saja, jangan salahkan dia jika hasil yang kamu bikin tidak seindah bikinannya. ahahaha

Oke that's it. Mereka adalah 5 youtuber favorit ku. Sebenarnya ada banyak lagi yang aku juga suka seperti TechnoBuffallo, AndroidAuthority, CollegeHumor, Veritasium, ViHart, dan lain-lain. Cuma yang paling aku suka adalah yang 5 ini.

Siapa youtuber favorit kamu?